[PODCAST] 5 Bincang-Bincang Versi Paragraf || Merasa Hidup Hampa || Insecure || COKELAT PANAS Skip to main content

[PODCAST] 5 Bincang-Bincang Versi Paragraf || Merasa Hidup Hampa || Insecure || COKELAT PANAS

Titik terendah manusia itu adalah ketika kita kehilangan jati diri, ketika kita kehilangan penyanggah untuk berdiri mendirikan pondasi.

Hidupnya hampa, kosong, dan gelap. Ia bisa saja berkumpul dengan teman-temannya, ketawa haha hihi, makan, jalan-jalan.. tapi orang lain bahkan di sekitarnya tidak tahu ketika orang yang tertawa bahagia ketika bersama teman-temannya akan merasa sendirian dan kesepian sesampainya di rumah. Ia menjadi sosok yang berbeda dari beberapa jam yang lalu, tapi memang ada yang seperti itu.

Melihat-lihat timeline di media sosial, melihat kebahagiaan orang lain yang tidak pernah ia rasakan kadang menjadi pemicu terbesar menjadi sosok yang insecure, minder, dan tidak percaya diri. Manusia tuh begitu, sudah tahu akan menyakiti hati dan jiwanya tapi masih saja dilakukan.

Kadang seseorang yang kehilangan jati diri, seperti hal di atas biasanya cenderung gampang menangis. Hatinya terlalu sensitif mendapati hal-hal yang sebenarnya biasa mereka dapati tapi bisa menjadi tidak biasa ketika hatinya sedang sensitif.

Pembicaraan santai, obrolan menarik pun bisa menimbulkan sesak di hati ketika tanpa sadar diri ini berbisik "kamu sedang ada di posisi terberat itu." Rasanya enggan membahas pembicaraan itu pasti air mata tiba-tiba menetes. Pernah ada di situasi itu, rasanya ingin menangis saja, semakin deras isakkan semakin lega perasaan. Entah kenapa, tapi memang begitu.

Menangis tanpa sebab, dalam hati berkata "aku hanya ingin menangis" tanpa alasan yang jelas. Pernah mengutarakan hal itu dan teman berkata, "nangis aja, nggak papa.. kalo itu bisa buat lo tenang."

Dan tahu nggak sih kenapa kita bisa ada di titik menyedihkan itu? Kehilangan jati diri, hati dan pikiran yang kosong karena stres yang tiba-tiba datang. Pernah seseorang bilang begini; "elo kalo ngerasa hati kosong, hampa dan pengennya nangis aja entah galau kenapa itu karena lo lupa sama Pencipta lo, lo lupa buat selalu nyapa Dia, lo nggak bawa Allah dari sedih dan bahagia lo, ya jelas aja hati lo kosong."

Seketika sadar, kadang manusia itu suka lupa dari mana mereka datang, atas apa mereka ada di dunia. Kita kecewa sama manusia? Udah tahu manusia itu tempat buat ngecewain, masih aja percaya. Harusnya tuh kalau kita ada apa-apa sama diri kita atau orang-orang di sekitar kita, kita harusnya ngadu sama Yang Di atas. Minta doa, minta ampun, minta petunjuk.

Entah sedang senang atau sedih, itu harus. Emangnya nggak malu sama Allah kalau kita datang kepada-Nya cuman pas sedih aja? Pas lagi bahagia kita nggak ingat Dia. Emang nggak malu? Tiba-tiba pas sedih dateng ke Allah buat minta diberi jalan, kemarin-kemarin pas bahagia ke mana aja, tolong?

Jleb banget si. Nggak papa, aku juga pernah dikasih tahu kayak gitu dan rasanya kayak; "iya juga ya, gue udah jahat banget." Itu sih, kadang manusia emang lupa sama Sang Pencipta. Kadang malah ketika ada di situasi terpuruk malah memilih buat nyakitin fisiknya sendiri. Sadar nggak sih kalau yang kalian lakuin itu sama aja nyakitin ciptaan Tuhan?! Tuhan udah kasih lo hidup tapi malah lo lukain hati dan sekarang malah ditambah fisik. Mikir, kalo perlu.

.

Nikmati podcast paragraf setiap Sabtu dan Minggu.

COKELAT PANAS
04:03pm

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

SOAL RINDU Part2 SOAL RINDU Oleh: Cokelat Panas . -Cerita ini terinspirasi dari lagu Fiersa Besari yang berjudul Celengan Rindu- . Hai, aku Karamel dan ini kisahku.. “Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita Hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di Whatsapp Aku kesal dengan waktu yang tak pernah berhenti bergerak Barang sejenak agar ku bisa menikmati tawamu.” Malam semakin larut, suasana di dalam bus sudah sepi sejak jam tujuh malam. Aku terbangun dan melihat sekeliling, udara dingin mulai masuk ke dalam kulitku, kutarik selimut sampai menutupi badan. Terdengar musik dangdut koplo tanpa lirik dengan volume lirih, entahlah sejak sore musik yang diputar itu-itu saja. Apa kabar kamu wahai pujaanku? Masihkah kamu mengingatku detik ini juga atau kamu sudah tidur terlelap dipelukan wanita pilihanmu saat ini? Aku tersenyum getir mendengar ocehan hatiku. Kenapa aku ini, selalu mengingat-ingat masa kelam yang menyedihkan tapi jika dipikir-pikir lagi itu masa pe

[CERPEN] KALA ITU (5) || COKELAT PANAS

KALA ITU (6) KALA ITU Oleh: Cokelat panas Ingat tidak kenapa pada akhirnya aku memanggilmu Yayan bukan nama Iyan ketika kamu memperkenalkan dirimu? Kala itu tepat satu tahun kita kenal. Satu tahun pula kamu mengejarku, kamu berusaha terus untuk menemuiku. "Ris?" Yayan memanggilku ketika aku dan dirinya tengah melangkahkan kaki menuju gerbang sekolah. Jam pelajaran sudah usai lima menit lalu. Aku tak menjawab panggilannya, walau pun sudah satu tahun kenal tapi justru Yayan lah yang mengenalku lebih banyak. Karena aku tidak pernah berani untuk memulai pembicaraan. "Risss..." panggilnya lagi dengan nada panjang di akhir. Karena aku masih belum menjawab panggilannya, tiba-tiba ia menjawil daguku. "Ish--" aku melengos, "Raihan!" Sungutku kesal. "Kok Raihan si Ris? Iyan aja," selanya cepat. Sebenarnya sudah lama ia selalu menyuruhku memanggil dirinya 'Iyan' tapi aku selalu enggan karena aku lebih suka memanggil nama aslinya. "Ema

[CERPEN] KALA ITU Part 9 || COKELAT PANAS

KALA ITU Oleh: Cokelat Panas   Tiap yang datang pasti akan pergi. Tiap yang singgah tidak akan selalu menetap. Dan semua pun tahu tiap yang bernyawa pasti akan mati.   Suasana perayaan kelulusan terasa menyenangkan sekaligus mengharukan. Pandanganku tidak henti-hentinya menyapu sekeliling. Gedung sekolah, lapangan basket, taman bunga, hingga tatapanku berhenti pada sosok laki-laki yang sudah kukenal selama tiga tahun ini, sosok yang selalu ada kapan pun waktunya. Dirinya, Yayan, Raihan Ananta, laki-laki bak malaikat yang kutemui tiga tahun lalu. Masih teringat jelas pertama kalinya kami bertemu, sosoknya yang dengan gigih berusaha mendekatiku. Kupikir kala itu, ia hanya angin lalu yang muncul sekelebat dan hilang entah kemana. Tapi nyatanya ia bisa bertahan di sampingku sampai saat ini.   "Selanjutnya sesi foto kelas 12Bahasa2 dipersilahkan." Suara MC membuyarkan lamunanku.   Yayan dan teman-teman sekelasnya turun dari panggung. Sedangkan aku dan teman-teman sekelas yang kini

[CERPEN] KALA ITU (2) || COKELAT PANAS

KALA ITU (3)  KALA ITU   Oleh: Cokelat Panas   Sejujurnya aku sedikit risih dengan kedekatanku dengan Yayan karena seperti yang kubilang di awal jika aku belum pernah punya teman laki-laki. Yayan mengikuti langkahku ketika pembimbing memanggil anak kelas sepuluh untuk berkumpul kembali ke aula. Pergerakanku jadi tidak nyaman, salah tingkah, berkali-kali aku memperlambat langkah agar dirinya melewatiku tapi sepertinya anak itu sengaja berjalan di belakangku. "Kenapa grogi gitu sih?" Tanyanya yang masih berjalan di belakangku. Sontak aku menghentikan langkah kakiku dan bruk! Tubuhku terhuyung ke depan ketika seseorang menabrakku. Aku mengaduh dan buru-buru membalikkan badan, kulangkahkan kaki mundur selangkah ketika sosok Yayan berada dekat denganku. "Kalo mau berenti bilang kenapa deh," ucapnya. "Ya kenapa nggak liat depan?" Refleks aku mengatakan demikian padanya. Yayan tersenyum, senyum yang manis tapi jujur aku tidak tahu apa maksud dari senyu