[.] Sudah Juli Tapi Hujan Turun || Selamat Jalan Pak Sapardi

Sudah Juli Tapi Hujan Turun
Dari kita semua pencinta karya-karya hebatmu~



PADA SUATU HARI NANTI

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun disela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari

(1991)
Sapardi Djoko Damono



Hari ini semua timeline di akun sosial media yang kubuka, semua tentangmu Pak. Kita semua, para pencinta karyamu yang luar biasa mengutarakan segala rasa cinta tentang yang ada pada dirimu.

Semua tulisanmu, semua sajak indah yang kau ciptakan memenuhi timeline yang kubuka. Tangis ini pecah, air mata yang entah kapan terakhir tidak kuteteskan, kini jatuh jua. Rasa tidak percaya berkali-kali mengetuk hatiku, ya.. dirimu yang telah tiada dengan meninggalkan ratusan karya dan jutaan keindahan di setiap sajak yang kau tuliskan.



HUJAN BULAN JUNI

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

(1989)
Sapardi Djoko Damono



Sekarang bukan bulan juni Pak, tapi kau membuat semesta menangis amat deras. Kau bilang hujan di bulan juni, tapi kini hujan tidak henti-hentinya turun di bulan juli, menjadi perantara hatiku yang berkata "sedang ingin menangis." Deras, sangat deras Pak.

Terima kasih Pak Sapardi, karyamu akan tetap abadi, namamu akan selalu ada di hati kami.
Selamat jalan Pak, damai di sana~



AKU INGIN

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(1989)
Sapardi Djoko Damono



COKELAT PANAS

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

[CERPEN] KALA ITU Part 9 || COKELAT PANAS

[CERPEN] KALA ITU (5) || COKELAT PANAS