Skip to main content

[CERPEN] KALA ITU (6) || COKELAT PANAS

KALA ITU
Oleh: Cokelat Panas

Dua tahun mengenal Yayan membuatku nyaman dengan kehadirannya. Ia membuatku menjadi pribadi yang murah senyum dan banyak berbicara walaupun hanya pada beberapa orang setidaknya aku tidak se-introvert dulu.

"Mau kutraktir seblak?" Tawarnya ketika kami baru saja keluar kelas saat jam pelajaran telah usai. Entah mengapa ia selalu menungguku ketika pulang sekolah padahal kadang kalau kelasku dulu yang pulang aku selalu meninggalkannya dan ia berlari mengejarku agar kami tetep pulang bersama dalam satu angkutan umum.

Aku tersenyum sumringah. Ia benar-benar membuatku menjadi seseorang yang berbeda tapi apa adanya jika berhadapan dengan dirinya. Yayan lah orang yang membuatku menyukai makanan berkuah pedas tersebut.

"Udah pernah nyoba makan seblak?" Tanyanya beberapa minggu lalu.

"Makanan apaan itu? Lidi-lidian pedes itu?" Setauku dulu seblak adalah makanan lidi-lidian dengan bumbu merah yang pedas.

"Ini beda lagi. Suka pedes?" Tanyanya dan aku mengangguk. "Berarti kamu harus cobain seblak yang ini," ucapnya antusias.

Dan minggu lalu ia membawaku pada kedai seblak terenak yang pernah ia cicipi. Benar saja, rasanya enak sekali. Perpaduan antara bawang, kunyit, dan pedasnya cabai membuat isian seperti kerupuk, makaroni, mie, bakso, sawi, dan daging ayam menjadi satu dalam kuah merah tersebut. Eum.. yummy rasanya enak sekali, membuatku ketagihan.

"Tau nggak kenapa aku suruh kamu cicipin seblak?" Tanyanya kala itu, ketika ia pertama kali mengajakku ke kedai seblak.

Aku menyeruput kuah seblak dan bertanya, "kenapa emangnya?"

"Kan ini pedes, nah biar kamu bisa ngomong tapi jangan yang pedes-pedes." Jawabannya sontak membuatku memukul lengannya sebal.

"Rese!" Ucapku lirih.

Ia tertawa, tawa yang lembut dan menenangkan. Kenapa ya Yan, kamu selalu bisa membuatku tenang dan nyaman saat bersama. Kamu adalah teman laki-laki yang aku kenal pertama kali dan langsung membuatku jatuh hati--eh maksudnya aku merasa senang dan tenang.

.
.
.

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

SOAL RINDU
Oleh: Cokelat Panas

.
-Cerita ini terinspirasi dari lagu Fiersa Besari yang berjudul Celengan Rindu-
.
Hai, aku Karamel dan ini kisahku..

“Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di Whatsapp
Aku kesal dengan waktu yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak agar ku bisa menikmati tawamu.”

Malam semakin larut, suasana di dalam bus sudah sepi sejak jam tujuh malam. Aku terbangun dan melihat sekeliling, udara dingin mulai masuk ke dalam kulitku, kutarik selimut sampai menutupi badan. Terdengar musik dangdut koplo tanpa lirik dengan volume lirih, entahlah sejak sore musik yang diputar itu-itu saja.

Apa kabar kamu wahai pujaanku? Masihkah kamu mengingatku detik ini juga atau kamu sudah tidur terlelap dipelukan wanita pilihanmu saat ini?

Aku tersenyum getir mendengar ocehan hatiku. Kenapa aku ini, selalu mengingat-ingat masa kelam yang menyedihkan tapi jika dipikir-pikir lagi itu masa pedih yang kadang aku tertawakan, lucunya.

[TEENFICTION] SECRET ADMIRER Part 4 || COKELAT PANAS

.
.
.

Seiring berjalannya waktu, semua berubah, tidak ada keributan lagi di kelas 12Bahasa2. Tidak ada keusilan yang sengaja diciptakan, tidak ada lagi si troublemaker couple yang selalu membuat warna di kelas. Semuanya hilang dalam sekejap, kelas menjadi tenang, kaku, kikuk, dan canggung di antara keduanya.

Bagaimana tidak, sosok Rey dan Rin si Tom and Jerry 12Bahasa2 tidak ada lagi, mereka mendadak menjadi murid normal yang kalem, tidak pernah berteriak, tidak pernah saling kejar-kejaran di dalam kelas, boro-boro tegur sapa bahkan menatap saja tidak.

Bukan, bukan ini yang diinginkan Rin, ia tidak ingin tatapan dingin Rey setiap hari, ia tidak sanggup jika setiap hari harus merasakan canggung ketika berpapasan dengan Rey. Rey berubah, Rey berbeda dan Rin tidak suka dengan sikap Rey yang seperti itu padanya.

Lagi-lagi pagi ini suasana canggung itu datang lagi. Rin dan Ranty baru saja keluar dari perpustakaan dan akan kembali ke kelas karena bel masuk akan berbunyi. Sayangnya Rin haru…

[CERPEN] LUKA || COKELAT PANAS

LUKA
Oleh: Cokelat Panas

Tentang hati, selalu ada cara ia mempermainkan pemiliknya. Tentang hati, banyak cara ia memberi luka dan luka, walau begitu aku selalu menghargai apa yang hati lakukan, apa yang hati rasakan walaupun harus kembali membuat luka dan menambalnya, begitu seterusnya.

Aku kembali termenung ketika netra ini menangkap sosok laki-laki tampan berjalan mendekatiku, ia tersenyum, senyum yang entah sudah berapa ribu kali kulihat, senyum yang selalu membuat bibir dan hatiku tersenyum amat lebar. "Alvin." Suaraku lirih, ia kembali tersenyum dan melebarkan langkahnya supaya segera sampai pada posisiku berdiri.

"Lama nggak?" Tanyanya sesampainya di depanku.

Aku tak segera menjawab, mataku memicing dengan senyum miring. "Kalo lama berarti traktir ice cream dong ya?!" Ucapku bersemangat.

"Enak aja! Kemaren udah Din, jangan suka malak orang deh!" Jawab Alvin sambil mengacak rambut sebahuku sampai berantakan.

Aku hanya meringis sambil berus…