[CERPEN] KALA ITU (7) || COKELAT PANAS

KALA ITU (8)
KALA ITU
Oleh: Cokelat Panas

03 Juni 2016

"Apa yang kamu pengen sebelum kenaikan kelas 12?" Yayan, laki-laki itu menatapku dalam, pandangannya selalu menghangatkan.

Kala itu, tepat seminggu sebelum Ujian Kenaikan Kelas tiba aku dan dirinya sengaja menghabiskan waktu untuk quality time berdua. Padahal kalau dipikir-pikir kami selalu bersama hampir setiap hari tapi tetep saja jalan, makan, dan mengobrol berdua adalah hal yang menyenangkan yang pernah aku rasakan.

Aku mengendikkan bahu. "Apa ya?" Gumamku lirih sambil menyeruput setengah gelas es jeruk miliku. "Mau nemenin kuliner?" Tanyaku pada akhirnya.

"Kuliner? Ke mana?" Yayan balik bertanya antusias.

"Nggak tau," jawabku polos.

Yayan tersenyum, lagi-lagi senyum yang menyejukkan. "Gimana kalo--" aku memperhatikan dirinya yang berbicara sambil berpikir, "pergi ke pasar malem?" Usulnya bersemangat, manik matanya memancarkan aura bercahaya.

"Di mana? Maukkk..." jawabku antusias. Sepertinya seumur-umur aku belum pernah pergi ke pasar malam apalagi sampai ada laki-laki yang mengajakku pergi ke sana, sepertinya akan menyenangkan.


Suasana malam pada malam itu terasa berbeda, malam yang biasanya kurasakan hanyalah gelap, sepi, sunyi, dan dingin kini aku merasakan malam yang ramai.

Malam itu, ketika libur kenaikan kelas telah tiba Yayan benar-benar mengajakku ke pasar malam. Tempat yang ramai kalau malam hari, tempat dengan berbagai wahana permainan di sana.

Entah sudah berapa kali aku menyunggingkan senyum. Pandanganku tidak berpaling pada indahnya kelap-kelip lampu di tempat tersebut.

"Mau naik?" Suara Yayan membuatku refleks menatapnya kaget.

"Naik apa?" Tanyaku bingung.

Yayan mengalihkan pandangannya ke arah wahana biang lala di depan. "Itu."

Aku segera mengikuti arah pandangnya. "Emang boleh?"

"Boleh dong, masa nggak boleh. Ayok!" Tanpa permisi ia menarikku menuju wahana tersebut. Setelah membeli tiket, kami pun menaiki biang lala tersebut.

Indah. Sangat indah pemandangan dari atas. Bagaimana bisa? Kejadian tersebut adalah kejadian yang aku alami pertama kalinya dan itu bersama Yayan, laki-laki yang sudah kukenal dua tahun ini.

"Suka?" Tanya Yayan membuat aktivitas menatap pemandangan di bawah terhenti.

Aku mengangguk dengan senyum yang puas. "Suka banget. Makasih ya," ucapku bersemangat dan kembali kutatap pemandangan indah di bawah sana.

Namun, aktivitasku kembali terhenti ketika Yayan mengambil dan menggenggam tangan kananku, kutatap manik matanya yang sedu. "Kenapa?"

Ia tersenyum manis, "Tetep kayak gini terus ya Ris." Suaranya terdengar amat lirih tapi aku masih bisa mendengarnya.

Kala itu aku tidak tahu apa maksud dari perkataanmu, apa maksud harapan yang kamu harapkan dari kedekatan kita berdua. Kamu yang menjanjikannya, tapi kenapa kamu yang mengingkarinya, Yan?

.
.
.

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

[CERPEN] KALA ITU Part 9 || COKELAT PANAS

[CERPEN] KALA ITU (5) || COKELAT PANAS