[PODCAST] 6 Bincang-Bincang Versi Paragraf || Murid SMP || Korban Bullying || COKELAT PANAS Skip to main content

[PODCAST] 6 Bincang-Bincang Versi Paragraf || Murid SMP || Korban Bullying || COKELAT PANAS

Masa sekolah biasanya cenderung dengan belajar, ujian, bertemu teman-teman, dan mengenal banyak guru. Sekolah akan menjadi menyenangkan jika semua berjalan baik-baik saja tapi apa jadinya jika ada aksi bullying di dalam satu kelas?

Bullying menurut Wikipedia adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain.

Tindakan tersebut bisa terjadi karena kubu A tidak suka dengan sikap kubu B, kubu A merasa tersaingi dengan kubu B, kubu A melakukan acaman, paksaan bahkan kadang kekerasan fisik pada kubu B.

Tiga tahun berada pada tempat yang tidak nyaman, tiga tahun dan hampir setiap hari harus menghabiskan waktu di sana dengan banyaknya omongan tentang diriku yang hanya mereka lihat luarnya saja.

Aku ada cerita, sebenarnya aku juga tidak tahu itu termasuk bullying atau apa. Ketika satu kelas menjauhi diriku karena aku berteman dengan seseorang yang dijauhi dan dikucilkan di kelas. Sebenarnya bukan hanya satu orang, tapi empat orang, lima bersamaku.

Menjadi murid SMP yang biasa-biasa saja, tidak punya teman akrab, dan selalu menyendiri membuat diriku mendekati satu teman yang selalu dikucilkan anak-anak sekelas. Tidak tahu karena apa mereka menyucilkannya, yang jelas mereka selalu membicaraan keburukannya di depan orangnya langsung dengan tawa, ejekan, dan hinaan yang menyakitkan.

Aku kenal ia, aku pun tidak masalah berteman dengan siapa, apalagi dirinya yang tidak memiliki teman. Tapi yang tidak kuketahui adalah mereka (anak-anak satu kelas) ikut menjauhi juga mengucilkanku.

Tiga tahun aku berada di situasi mengerikan itu. Setiap hari dengan bisikan membicarakan diriku juga temanku. Menganggap diriku juga temanku sosok yang ada dan tiada. Hingga kelulusan pun tiba aku hanya memiliki keempat sshabatku itu tapi kini hanya ada satu sahabatku yang masih saling komunikasi itu pun jarang.

Tapi kini, menjadi sosok yang terbuka dan baik dengan semua orang membuka diriku juga untuk tidak pilih-pilih teman. Siapa pun mereka, mau mereka hanya memanfaatkan dan pergi begitu saja, silahkan, aku tidak menahan dirinya untuk bertahan. Karena sejatinya sahabat sejati ialah mereka yang bisa bertahan saat kamu senang maupun susah, menerima semua baik dan buruknya dirimu.

.

Nikmati podcast paragraf setiap Sabtu dan Minggu. Selamat malam dan selamat istirahat.

COKELAT PANAS
08:07pm

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

SOAL RINDU Part2 SOAL RINDU Oleh: Cokelat Panas . -Cerita ini terinspirasi dari lagu Fiersa Besari yang berjudul Celengan Rindu- . Hai, aku Karamel dan ini kisahku.. “Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita Hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di Whatsapp Aku kesal dengan waktu yang tak pernah berhenti bergerak Barang sejenak agar ku bisa menikmati tawamu.” Malam semakin larut, suasana di dalam bus sudah sepi sejak jam tujuh malam. Aku terbangun dan melihat sekeliling, udara dingin mulai masuk ke dalam kulitku, kutarik selimut sampai menutupi badan. Terdengar musik dangdut koplo tanpa lirik dengan volume lirih, entahlah sejak sore musik yang diputar itu-itu saja. Apa kabar kamu wahai pujaanku? Masihkah kamu mengingatku detik ini juga atau kamu sudah tidur terlelap dipelukan wanita pilihanmu saat ini? Aku tersenyum getir mendengar ocehan hatiku. Kenapa aku ini, selalu mengingat-ingat masa kelam yang menyedihkan tapi jika dipikir-pikir lagi itu masa pe

[CERPEN] KALA ITU Part 9 || COKELAT PANAS

KALA ITU Oleh: Cokelat Panas   Tiap yang datang pasti akan pergi. Tiap yang singgah tidak akan selalu menetap. Dan semua pun tahu tiap yang bernyawa pasti akan mati.   Suasana perayaan kelulusan terasa menyenangkan sekaligus mengharukan. Pandanganku tidak henti-hentinya menyapu sekeliling. Gedung sekolah, lapangan basket, taman bunga, hingga tatapanku berhenti pada sosok laki-laki yang sudah kukenal selama tiga tahun ini, sosok yang selalu ada kapan pun waktunya. Dirinya, Yayan, Raihan Ananta, laki-laki bak malaikat yang kutemui tiga tahun lalu. Masih teringat jelas pertama kalinya kami bertemu, sosoknya yang dengan gigih berusaha mendekatiku. Kupikir kala itu, ia hanya angin lalu yang muncul sekelebat dan hilang entah kemana. Tapi nyatanya ia bisa bertahan di sampingku sampai saat ini.   "Selanjutnya sesi foto kelas 12Bahasa2 dipersilahkan." Suara MC membuyarkan lamunanku.   Yayan dan teman-teman sekelasnya turun dari panggung. Sedangkan aku dan teman-teman sekelas yang kini

[CERPEN] KALA ITU (5) || COKELAT PANAS

KALA ITU (6) KALA ITU Oleh: Cokelat panas Ingat tidak kenapa pada akhirnya aku memanggilmu Yayan bukan nama Iyan ketika kamu memperkenalkan dirimu? Kala itu tepat satu tahun kita kenal. Satu tahun pula kamu mengejarku, kamu berusaha terus untuk menemuiku. "Ris?" Yayan memanggilku ketika aku dan dirinya tengah melangkahkan kaki menuju gerbang sekolah. Jam pelajaran sudah usai lima menit lalu. Aku tak menjawab panggilannya, walau pun sudah satu tahun kenal tapi justru Yayan lah yang mengenalku lebih banyak. Karena aku tidak pernah berani untuk memulai pembicaraan. "Risss..." panggilnya lagi dengan nada panjang di akhir. Karena aku masih belum menjawab panggilannya, tiba-tiba ia menjawil daguku. "Ish--" aku melengos, "Raihan!" Sungutku kesal. "Kok Raihan si Ris? Iyan aja," selanya cepat. Sebenarnya sudah lama ia selalu menyuruhku memanggil dirinya 'Iyan' tapi aku selalu enggan karena aku lebih suka memanggil nama aslinya. "Ema

[CERPEN] KALA ITU (2) || COKELAT PANAS

KALA ITU (3)  KALA ITU   Oleh: Cokelat Panas   Sejujurnya aku sedikit risih dengan kedekatanku dengan Yayan karena seperti yang kubilang di awal jika aku belum pernah punya teman laki-laki. Yayan mengikuti langkahku ketika pembimbing memanggil anak kelas sepuluh untuk berkumpul kembali ke aula. Pergerakanku jadi tidak nyaman, salah tingkah, berkali-kali aku memperlambat langkah agar dirinya melewatiku tapi sepertinya anak itu sengaja berjalan di belakangku. "Kenapa grogi gitu sih?" Tanyanya yang masih berjalan di belakangku. Sontak aku menghentikan langkah kakiku dan bruk! Tubuhku terhuyung ke depan ketika seseorang menabrakku. Aku mengaduh dan buru-buru membalikkan badan, kulangkahkan kaki mundur selangkah ketika sosok Yayan berada dekat denganku. "Kalo mau berenti bilang kenapa deh," ucapnya. "Ya kenapa nggak liat depan?" Refleks aku mengatakan demikian padanya. Yayan tersenyum, senyum yang manis tapi jujur aku tidak tahu apa maksud dari senyu