Skip to main content

[PODCAST] Bincang-Bincang Versi Paragraf || Murid SMP || Nilai, Rangking Menjadi Patokan Orang Lain || COKELAT PANAS

Pernah berada pada posisi anak terpojokan, tidak memiliki banyak teman, dan selalu dibicarakan di belakang hingga akhirnya berlanjut pada nilai, rangking, dan masuk kelas apa kamu? Pintar, sedang atau bodo? Begitu kasarnya.

Biar kuperluas ceritanya, tingkat kepintaran seseorang sudah mulai dibanding-bandingkan ketika duduk di bangku Sekolah Menengah. Mungkin tidak semua, tapi pasti ada. Nilai menjadi tolak ukur siswa untuk menjadi maju.

Ingat ketika setiap ujian, aku selalu mendapatkan remedial terbanyak. Teman lain yang remedial banyak sebenarnya ada, tapi rasa tidak percaya diri membuat sosokku beranggapan hanya aku yang remedial paling banyak.

Juga, ditahap berikutnya ada rangking yang selalu ditanyakan setiap anak. Rangking berapa?
Kalau tidak salah aku pernah mendapatkan peringkat tiga terbawah wkwk memang ya dasarnya bodo ya bodo saja.

Karena rangkinglah membuatku takut untuk menghadapi kenaikan semester atau kenaikan kelas. Kedatangan orang tua menjadi momok tersendiri pada diriku. Hal tersebut membuatku semakin kecil hati dan minder.

Ada satu cerita lagi, dulu ketika kelas tiga SMP sekolahku selalu mengadakan rolling kelas. Perputaran kelas ketika menuju Ujian Nasional. Kelas A, B, C, dan D. Kelas yang disusun mulai dari yang paling pintar, sedang, lumayan, dan bodo banget wkwk jahat ya aku. Kalian tahu aku masuk kelas apa? Gila kalau sampai aku masuk kelas B wkwk kelas A pun lebih gila wkwk. Aku lupa, antara kelas C dan D tapi sepertinya aku masuk pada kelas D hiyaaa.

Nggak papa.. nggak papa.. kelas D bukan berarti bodo karena aku tidak mau membuat teman-teman sekelasku menjadi tersinggung.

Waktu itu satu kelas di kelas D dominan siswa laki-laki, mulai dari yang malas, sering tidur di dalam kelas, biangnya keributan, selalu dikejar-kejar guru BK untuk Sholat Dhuhur, dan banyak lagi.

Aku duduk di bangku paling depan, teman sebangkuku cewek. Kalau tidak salah siswa perempuannya ada empat orang termasuk aku. Ingat sekali seorang guru berkata begini, guru Bahasa Inggris kalau tidak salah: "kalian itu sebenarnya bukan bodo, cuman harus lebih ditingkatkan lagi."

Rasa minder? Ada. Tidak percaya diri? Ada. Merasa bodo di antara teman-teman yang lain pun? Pasti ada. Tidak menutup kemungkinan.

Tapi, ketika aku sadar bahwa aku bisa menjadi lebih baik dari sekarang. Aku bisa menunjukkan pada diriku juga orang-orang sekitar bahwa aku tidak sebodo yang aku juga mereka pikirkan. Akhirnya mulai saat itu aku benar-benar belajar lebih giat, lebih rajin, dan lebih ditekunkan.

Dan kalian tahu apa yang terjadi? Nilai Ujian Nasional seorang siswi sepertiku yang duduk di kelas D lebih tinggi 10 point dari "seorang anak" yang duduk di kelas B! Diarrrr. Percaya? KALIAN HARUS PERCAYA! Nilai Ujian Nasional mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam milikku adalah 9.00! Percaya nggak sii wkwk aku saja tidak percaya membuka kembali Ijazah SMP-ku.

Hei, aku dan kalian si manusia cupu. Mari berbangga pada diri sendiri. Sesuatu yang baik di awal itu belum tentu menjadi menentu di akhir. Kalian tahu tidak kenapa aku bisa mendapatkan nilai baik saat Ujian Nasional? Padahal sebelum-sebelumnya nilaiku benar-benar merah, anjlok parah. Sedangkan anak yang duduk di kelas B nilainya di bawahku jauh?

Begini, jadi manusia itu dasarnya yang paling baik adalah kejujuran. Mau itu di lingkungan sekolah, kantor, pertemanan, atau keluarga, kita harus menjunjung tinggi kejujuran. Kalian tidak mau bukan, selalu menyontek ketika ujian-ujian hingga kalian dicap murid pintar sampai dimasukkan di kelas pintar tapi sebenarnya kalian tidak benar-benar bisa menguasai pelajaran.

Ketika cara mengajar guru berbeda antara kelas pintar dan kurang pintar membuat kalian kelabakan ketika sebenarnya kalian tidak benar-benar paham dengan materi yang disampaikan guru. Apa kalian tidak menyesal jika saat ujian sebenarnya kalian tidak benar-benar paham? Dan membuat nilai kalian menjadi buruk padahal itu adalah penentuan akhir. Bagaimana kalau sampai tidak lulus? Mengerikan bukan?

Ayo untuk kalian yang merasa kecil, bangkit dan buktikan setidaknya pada diri kalian dulu. Seseorang yang bodoh tidak akan benar-benar bodoh kalau ada kemauan untuk maju, kuncinya adalah berusaha dan berdoa, menjadi seseorang dengan tingkat kejujuran yang tinggi. Itu paling penting!

.

Nikmati podcast paragraf setiap Sabtu dan Minggu. Selamat malam dan selamat istirahat.

COKELAT PANAS
07:44pm

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

SOAL RINDU
Oleh: Cokelat Panas

.
-Cerita ini terinspirasi dari lagu Fiersa Besari yang berjudul Celengan Rindu-
.
Hai, aku Karamel dan ini kisahku..

“Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di Whatsapp
Aku kesal dengan waktu yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak agar ku bisa menikmati tawamu.”

Malam semakin larut, suasana di dalam bus sudah sepi sejak jam tujuh malam. Aku terbangun dan melihat sekeliling, udara dingin mulai masuk ke dalam kulitku, kutarik selimut sampai menutupi badan. Terdengar musik dangdut koplo tanpa lirik dengan volume lirih, entahlah sejak sore musik yang diputar itu-itu saja.

Apa kabar kamu wahai pujaanku? Masihkah kamu mengingatku detik ini juga atau kamu sudah tidur terlelap dipelukan wanita pilihanmu saat ini?

Aku tersenyum getir mendengar ocehan hatiku. Kenapa aku ini, selalu mengingat-ingat masa kelam yang menyedihkan tapi jika dipikir-pikir lagi itu masa pedih yang kadang aku tertawakan, lucunya.

[TEENFICTION] SECRET ADMIRER Part 4 || COKELAT PANAS

.
.
.

Seiring berjalannya waktu, semua berubah, tidak ada keributan lagi di kelas 12Bahasa2. Tidak ada keusilan yang sengaja diciptakan, tidak ada lagi si troublemaker couple yang selalu membuat warna di kelas. Semuanya hilang dalam sekejap, kelas menjadi tenang, kaku, kikuk, dan canggung di antara keduanya.

Bagaimana tidak, sosok Rey dan Rin si Tom and Jerry 12Bahasa2 tidak ada lagi, mereka mendadak menjadi murid normal yang kalem, tidak pernah berteriak, tidak pernah saling kejar-kejaran di dalam kelas, boro-boro tegur sapa bahkan menatap saja tidak.

Bukan, bukan ini yang diinginkan Rin, ia tidak ingin tatapan dingin Rey setiap hari, ia tidak sanggup jika setiap hari harus merasakan canggung ketika berpapasan dengan Rey. Rey berubah, Rey berbeda dan Rin tidak suka dengan sikap Rey yang seperti itu padanya.

Lagi-lagi pagi ini suasana canggung itu datang lagi. Rin dan Ranty baru saja keluar dari perpustakaan dan akan kembali ke kelas karena bel masuk akan berbunyi. Sayangnya Rin haru…

[CERPEN] LUKA || COKELAT PANAS

LUKA
Oleh: Cokelat Panas

Tentang hati, selalu ada cara ia mempermainkan pemiliknya. Tentang hati, banyak cara ia memberi luka dan luka, walau begitu aku selalu menghargai apa yang hati lakukan, apa yang hati rasakan walaupun harus kembali membuat luka dan menambalnya, begitu seterusnya.

Aku kembali termenung ketika netra ini menangkap sosok laki-laki tampan berjalan mendekatiku, ia tersenyum, senyum yang entah sudah berapa ribu kali kulihat, senyum yang selalu membuat bibir dan hatiku tersenyum amat lebar. "Alvin." Suaraku lirih, ia kembali tersenyum dan melebarkan langkahnya supaya segera sampai pada posisiku berdiri.

"Lama nggak?" Tanyanya sesampainya di depanku.

Aku tak segera menjawab, mataku memicing dengan senyum miring. "Kalo lama berarti traktir ice cream dong ya?!" Ucapku bersemangat.

"Enak aja! Kemaren udah Din, jangan suka malak orang deh!" Jawab Alvin sambil mengacak rambut sebahuku sampai berantakan.

Aku hanya meringis sambil berus…