Skip to main content

[PODCAST] Bincang-Bincang Versi Paragraf || Perkara Hati || Sedang Rindu || COKELAT PANAS

Bayangkan kata "aku" adalah kalian~

Hmm.. sudah lama ya. Sudah lama kita tidak tahu kabar. Tidak saling bertukar kabar, tidak pernah bertemu, bahkan satu sama lain tidak ada yang punya nomor kontak.

Kita yang jauh kini, pernah menjadi dua manusia yang sangat dekat. Kita yang kini sejauh matahari dan bumi dulu pernah sedekat nadi.

Kebersamaan singkat selalu meninggalkan kesan terbaik dalam ingatan. Separah apapun kamu menyakiti ketika di akhir, tetap saja tertimbun kenangan manis bersamamu.

Kenal tidak sampai satu tahun tapi move on nya satu tahun lebih. Sudah kubilang di awal, sedikit kenangan yang ia berikan selalu berada di posisi teratas ketika diingat.

Move on menyakitkan yang pernah dirasa adalah ketika kita berusaha sekuat tenaga untuk melupakan tapi orang yang sedang kita lupakan terus datang dengan membawa cerita kejadian indah di masa dulu. Membuat diri membenci keadaan, keadaan di mana seharusnya "aku" tidak pernah terjebak oleh perasaan itu padanya. Keadaan di mana membuat sosok "aku" menjadi manusia bodoh ketika mengenalnya.

Ia pernah bilang begini ketika "aku" takut kehilangannya; "gua nggak kemana-mana, gua di sini sama elu." Bullshit! Buaya darat! Berhenti mengucapkan kata-kata yang membuatmu semakin terlihat seorang fuck boy. Semua itu tidak terbukti, nyatanya beberapa minggu setelah ia mengatakan hal itu, ia pergi. Ia menghilang tanpa kabar sama sekali.

Dulu ketika ia menyatakan perasaan itu pada "aku" ia pernah berkata; "Tuhan itu Maha Membolak-balikkan hati manusia." Lagi dan lagi ia mengeluarkan gombalan busuknya hingga membuat perempuan polos seperti "aku" luluh. Sungguh miris adanya.

Satu tahun lebih berusaha untuk melupakan SEMUA tentang dirinya. Satu tahun lebih berada pada fase terpuruk karena terus berada pada bayang-bayangnya. Dan satu tahun lebih "diriku" menjadi sosok yang lemah dan menutup hati pada siapa pun.

Ia telah pergi meninggalkan segudang kenangan. Ia telah pergi dengan masa depan miliknya yang mungkin memang sudah dituliskan Tuhan pada Lauhul Mahfudz miliknya. Semua benar-benar pergi tak bersisa.

Kalau ditanya masih sering memikirkannya? Bukan memikirkan lebih tepatnya, hanya sekelebat teringat tapi hilang dalam sekejap dari ingatan. Kalau ditanya masih suka rindu? Bukan rindu lebih tepatnya, lagi-lagi hanya teringat dan hilang begitu saja dari ingatan.

Dulu ketika "aku" terpuruk kehilangan ia, aku selalu menyesali kehadiran dirinya pada "kehidupanku" aku selalu membenci masa-masa saat mengenal dirinya. Tapi sekarang tidak lagi, aku tidak pernah menyesal dengan semua pertemuan, kedekatan, kebersamaan, dan kehancuran saat bersamanya dulu, ini sudah jalannya. Dan "aku" bersyukur dengan semua yang pernah ia berikan. Ia mengajarkan bagaimana "aku" menjadi seseorang yang tegar soal cinta.
.

Nikmati podcast paragraf setiap Sabtu dan Minggu. Selamat hari Minggu dan selamat berkumpul dengan keluarga.

COKELAT PANAS
07:27pm

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

SOAL RINDU
Oleh: Cokelat Panas

.
-Cerita ini terinspirasi dari lagu Fiersa Besari yang berjudul Celengan Rindu-
.
Hai, aku Karamel dan ini kisahku..

“Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di Whatsapp
Aku kesal dengan waktu yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak agar ku bisa menikmati tawamu.”

Malam semakin larut, suasana di dalam bus sudah sepi sejak jam tujuh malam. Aku terbangun dan melihat sekeliling, udara dingin mulai masuk ke dalam kulitku, kutarik selimut sampai menutupi badan. Terdengar musik dangdut koplo tanpa lirik dengan volume lirih, entahlah sejak sore musik yang diputar itu-itu saja.

Apa kabar kamu wahai pujaanku? Masihkah kamu mengingatku detik ini juga atau kamu sudah tidur terlelap dipelukan wanita pilihanmu saat ini?

Aku tersenyum getir mendengar ocehan hatiku. Kenapa aku ini, selalu mengingat-ingat masa kelam yang menyedihkan tapi jika dipikir-pikir lagi itu masa pedih yang kadang aku tertawakan, lucunya.

[TEENFICTION] SECRET ADMIRER Part 4 || COKELAT PANAS

.
.
.

Seiring berjalannya waktu, semua berubah, tidak ada keributan lagi di kelas 12Bahasa2. Tidak ada keusilan yang sengaja diciptakan, tidak ada lagi si troublemaker couple yang selalu membuat warna di kelas. Semuanya hilang dalam sekejap, kelas menjadi tenang, kaku, kikuk, dan canggung di antara keduanya.

Bagaimana tidak, sosok Rey dan Rin si Tom and Jerry 12Bahasa2 tidak ada lagi, mereka mendadak menjadi murid normal yang kalem, tidak pernah berteriak, tidak pernah saling kejar-kejaran di dalam kelas, boro-boro tegur sapa bahkan menatap saja tidak.

Bukan, bukan ini yang diinginkan Rin, ia tidak ingin tatapan dingin Rey setiap hari, ia tidak sanggup jika setiap hari harus merasakan canggung ketika berpapasan dengan Rey. Rey berubah, Rey berbeda dan Rin tidak suka dengan sikap Rey yang seperti itu padanya.

Lagi-lagi pagi ini suasana canggung itu datang lagi. Rin dan Ranty baru saja keluar dari perpustakaan dan akan kembali ke kelas karena bel masuk akan berbunyi. Sayangnya Rin haru…

[CERPEN] LUKA || COKELAT PANAS

LUKA
Oleh: Cokelat Panas

Tentang hati, selalu ada cara ia mempermainkan pemiliknya. Tentang hati, banyak cara ia memberi luka dan luka, walau begitu aku selalu menghargai apa yang hati lakukan, apa yang hati rasakan walaupun harus kembali membuat luka dan menambalnya, begitu seterusnya.

Aku kembali termenung ketika netra ini menangkap sosok laki-laki tampan berjalan mendekatiku, ia tersenyum, senyum yang entah sudah berapa ribu kali kulihat, senyum yang selalu membuat bibir dan hatiku tersenyum amat lebar. "Alvin." Suaraku lirih, ia kembali tersenyum dan melebarkan langkahnya supaya segera sampai pada posisiku berdiri.

"Lama nggak?" Tanyanya sesampainya di depanku.

Aku tak segera menjawab, mataku memicing dengan senyum miring. "Kalo lama berarti traktir ice cream dong ya?!" Ucapku bersemangat.

"Enak aja! Kemaren udah Din, jangan suka malak orang deh!" Jawab Alvin sambil mengacak rambut sebahuku sampai berantakan.

Aku hanya meringis sambil berus…