Skip to main content

[TEENFICTION] OH, GUE AJA YANG BAPER Part 1 || COKELAT PANAS

OH, GUE AJA YANG BAPER
Oleh: Cokelat Panas

“Nunggu bis ya?” terdengar suara bariton masuk ke dalam gendang telingaku, perlahan kutengokkan kepala.

Deg! Aku membeku ketika mendapati sosok bagai malaikat berdiri di sampingku. Ia? Ia bukannya Septian Biantara? Murid kelas 3F11.

Bian, cowok ganteng nan kece. Sering dikerubungi cewek-cewek mulai dari kelas satu sampai kelas tiga karena jagonya main basket. Tunggu! Bahkan ia kapten basket? Oh Tuhan, apa benar yang berdiri di depanku sekaligus menyapaku ini Bian?

“Kok lo malah bengong?” mendengar suaranya aku segera tersadar dari lamunanku.

“Ah, sorry. Lo Bian kan?” bodoh! Kenapa malah pertanyaan tak berbobot macam itu yang keluar dari mulutku.

Bian tersenyum manis. Oh.. ayolah jantung jangan sampai kau berhenti sekarang! Aku menutup mataku sebentar dan memalingkan wajah.

“Lo Febby kan?”

Deg! Dengan segera kutengokkan kepalaku ke arahnya. Apa? Seorang Bian mengenalku?

“Kok lo tau?”

“Emang kenapa? Elo juga tau nama gue,” jawab Bian dengan gaya cool-nya.

“Siapa sih yang nggak kenal elo,” ucapku sambil membenarkan poni yang menutupi mata.

“Sama kalo gitu, siapa sih yang nggak kenal elo,” ucap Bian menirukan ucapanku tadi.

“Maksudnya—”

“Eh, ada bis! Yuk cepetan, nanti ketinggalan kita.” Tanpa sadar tubuhku terhuyung, bergerak maju ketika tangannya menarik lengan kananku.

Ada apa ini? Kenapa laki-laki famous seperti Bian menghampiri gadis bar-bar sepertiku? Kenapa baru sekarang? Eh--maksudku, kenapa tiba-tiba begini? Dan sekarang kenapa ia menarikku untuk naik ke bus yang sama ketika pulang? Kenapa?

Kulirik dirinya yang tengah berdiri di sebelahku saat kami sudah di dalam bus yang penuh. Satu tangannya berpengangan di atas kepalaku.

Ternyata Bian tinggi juga ya, bola mataku melirik ke atas.

"Gue emang ganteng." Celetukannya membuatku berdehem sambil mendongakkan kepala menatap Bian. Belum sempat aku bertanya, tiba-tiba tubuhnya mendekat mengapit tubuhku. Manik mataku berkedip beberapa kali saat menatapnya. "Diem dulu aja." Suaranya lirih.

Apakah dirinya sengaja melindungiku dari sesaknya banyak orang di dalam bus ini? Tuhan tolong lindungi jantungku agar tidak berhenti berdetak.

.
.

Tbc

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

SOAL RINDU
Oleh: Cokelat Panas

.
-Cerita ini terinspirasi dari lagu Fiersa Besari yang berjudul Celengan Rindu-
.
Hai, aku Karamel dan ini kisahku..

“Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di Whatsapp
Aku kesal dengan waktu yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak agar ku bisa menikmati tawamu.”

Malam semakin larut, suasana di dalam bus sudah sepi sejak jam tujuh malam. Aku terbangun dan melihat sekeliling, udara dingin mulai masuk ke dalam kulitku, kutarik selimut sampai menutupi badan. Terdengar musik dangdut koplo tanpa lirik dengan volume lirih, entahlah sejak sore musik yang diputar itu-itu saja.

Apa kabar kamu wahai pujaanku? Masihkah kamu mengingatku detik ini juga atau kamu sudah tidur terlelap dipelukan wanita pilihanmu saat ini?

Aku tersenyum getir mendengar ocehan hatiku. Kenapa aku ini, selalu mengingat-ingat masa kelam yang menyedihkan tapi jika dipikir-pikir lagi itu masa pedih yang kadang aku tertawakan, lucunya.

[TEENFICTION] SECRET ADMIRER Part 4 || COKELAT PANAS

.
.
.

Seiring berjalannya waktu, semua berubah, tidak ada keributan lagi di kelas 12Bahasa2. Tidak ada keusilan yang sengaja diciptakan, tidak ada lagi si troublemaker couple yang selalu membuat warna di kelas. Semuanya hilang dalam sekejap, kelas menjadi tenang, kaku, kikuk, dan canggung di antara keduanya.

Bagaimana tidak, sosok Rey dan Rin si Tom and Jerry 12Bahasa2 tidak ada lagi, mereka mendadak menjadi murid normal yang kalem, tidak pernah berteriak, tidak pernah saling kejar-kejaran di dalam kelas, boro-boro tegur sapa bahkan menatap saja tidak.

Bukan, bukan ini yang diinginkan Rin, ia tidak ingin tatapan dingin Rey setiap hari, ia tidak sanggup jika setiap hari harus merasakan canggung ketika berpapasan dengan Rey. Rey berubah, Rey berbeda dan Rin tidak suka dengan sikap Rey yang seperti itu padanya.

Lagi-lagi pagi ini suasana canggung itu datang lagi. Rin dan Ranty baru saja keluar dari perpustakaan dan akan kembali ke kelas karena bel masuk akan berbunyi. Sayangnya Rin haru…

[CERPEN] LUKA || COKELAT PANAS

LUKA
Oleh: Cokelat Panas

Tentang hati, selalu ada cara ia mempermainkan pemiliknya. Tentang hati, banyak cara ia memberi luka dan luka, walau begitu aku selalu menghargai apa yang hati lakukan, apa yang hati rasakan walaupun harus kembali membuat luka dan menambalnya, begitu seterusnya.

Aku kembali termenung ketika netra ini menangkap sosok laki-laki tampan berjalan mendekatiku, ia tersenyum, senyum yang entah sudah berapa ribu kali kulihat, senyum yang selalu membuat bibir dan hatiku tersenyum amat lebar. "Alvin." Suaraku lirih, ia kembali tersenyum dan melebarkan langkahnya supaya segera sampai pada posisiku berdiri.

"Lama nggak?" Tanyanya sesampainya di depanku.

Aku tak segera menjawab, mataku memicing dengan senyum miring. "Kalo lama berarti traktir ice cream dong ya?!" Ucapku bersemangat.

"Enak aja! Kemaren udah Din, jangan suka malak orang deh!" Jawab Alvin sambil mengacak rambut sebahuku sampai berantakan.

Aku hanya meringis sambil berus…