[TEENFICTION] OH, GUE AJA YANG BAPER Part 2 || COKELAT PANAS


.
.
.

Malam ini aku sama sekali tak berniat membuka buku. Bagaimana aku bisa fokus dengan pelajaran jika dari pulang sekolah tadi aku terus memikirkan Bian.

Septian Biantara? Kenapa cowok sekeren ia naik angkutan umum? Padahal sebelumnya aku tidak pernah melihat ia menunggu angkutan umum.

Kuambil ponselku yang tergeletak di atas meja belajar. Ada pesan dari... BIAN? “Ha? Bian? Ini serius Bian yang tadi?”

Dengan tangan bergetar aku membalas pesan singkat itu. Entah kenapa hati ini berdebar amat kencang, seulas senyum di bibirku pun tak kunjung pudar. Bian terus membalas pesanku dengan cepat dan aku pun terbuai dengan isi pesan yang kadang ia kirimkan padaku.

Setelah chatting-an malam itu, aku dan Bian semakin dekat. Hampir setiap hari kami pulang bersama, menunggu angkutan umum sambil mengobrol banyak hal. Setiap malam pun kami selalu chatting ria tiada henti. Hingga pada suatu hari Bian mengajakku jalan berdua. Apakah ini bisa disebut kencan?
“Beli ice cream yuk!” ajakku saat kami baru saja memasuki area pasar malam.

“Lo suka ice cream?” tanya Bian sambil menggandeng tanganku dan berjalan menuju penjual ice cream.

Tuhan tolong, jangan sampai aku pingsan di depannya ketika ia terus menggenggam tanganku.

“Sukalah! Emang ada cewek yang nggak suka ice cream?”

Bian menggedikkan bahunya mengejek, langsung saja kucubit perutnya dan ia mengaduh lirih.

Ice cream rasa stroberi sama coklat ya Pak,” ucap Bian pada penjual ice cream.

“Ya Mas.”

Tanpa menunggu lama ice cream pesanan kami pun tiba. “Nih, buat lo.” Bian menyodorkan ice cream stroberi padaku.

“Eh, gue nggak suka rasa stroberi,” ucapku gelagapan.

“Kenapa? Cewek itu biasanya suka stroberi,” jawab Bian yang sudah menjilat ice cream coklatnya.

“Tapi gue enggak. Ya udahlah nggak papa, makasih ya,” kuambil ice cream stroberi itu darinya dan menikmati ice cream tersebut.

Ternyata rasanya tak seburuk seperti yang kubayangkan atau karena ada Bian di sampingku? Oh.. ayolah Febby jangan gila.

“Lo mau yang coklat? Nih,” Bian menyodorkan ice cream coklatnya padaku, membuatku mengerutkan dahi bingung. “Ini! Lama lo.” Tanpa aba-aba ia mendekatkan ice cream-nya ke mulutku dan dengan sengajanya mengenai hidungku.

“Ah! Bian!” belum sempat aku memarahinya, dia sudah kabur. Tanpa ampun kukejar dirinya, aku balas kejahilannya. Ugh, menyebalkan tapi menyenangkan. “Bian! Sini lo! Gue bales lo!” teriakku yang terus mengejarnya.

Namun sayang, hujan menghentikan aksi kejar-mengejar kami tapi justru itulah poin pentingnya. Bian mengajakku berlari menerobos derasnya hujan hingga akhirnya kami berteduh di gubuk pasar malam.

Sorry, jadi basah," ucapnya sembari meletakkan jaketnya ke punggungku. Aku menatapnya dalam begitu pun dengannya, bibir ini bahkan tak dapat ditahan untuk tidak tersenyum.

Benar-benar, ini seperti adegan romantis di film-film. Kenapa bisa terjadi padaku? Apa aku bermimpi?

Hingga tak terasa aku merasa nyaman bersamanya, dia bisa membuatku tersenyum bahkan tertawa setiap hari. Bahkan kini aku menyukai ice cream stroberi. Kau warna baru dalam hidupku Bian.

.
.
.

Tbc

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

[CERPEN] KALA ITU Part 9 || COKELAT PANAS

[CERPEN] KALA ITU (5) || COKELAT PANAS