Skip to main content

[TEENFICTION] OH, GUE AJA YANG BAPER Part 3 || COKELAT PANAS


.
.
.

Teriakan semangat, yel-yel, dan sorak-sorak di lapangan basket terdengar sejak satu jam yang lalu. Jam pelajaran sudah selesai sejak tadi, seperti biasa anak basket selalu mengadakan pertandingan basket setiap sabtu sore.

Aku melirik ke kanan dan kiri, tidak sedikit beberapa siswi meneriaki nama Bian ketika laki-laki itu terus mencetak poin tapi yang lebih menggemaskan adalah bagaimana bisa kapten basket yang tengah tanding di depanku adalah orang yang spesial di hatiku?

Bian, laki-laki itu berhasil memasukkan bola ke dalam ring, riuh di area lapangan menggelegar dan di detik bersamaan Bian melambaikan tangannya ke arahku. Aku kembali tersenyum.

Apa-apaan ini Febby! Kenapa diriku seberuntung ini bisa mengenalnya? Kenapa hatiku semakin berdebar?

"Cie, kapan diresmiin?" Luna, teman sekelas sekaligus teman sebangkuku menyenggol sambil menggoda.

Aku kembali tersenyum, senyum yang malu-malu untuk mengakuinya. Kapan ya kira-kira? Kapan ya Bian? Sepertinya begini sudah lebih dari cukup.


"Suka nggak?" Bian meneguk sebotol air mineral yang kuberi setelah ia selesai tanding basket, beberapa murid sudah bubar dan kembali ke rumah masing-masing. Aku mengangguk manis, dan ia langsung mengacak puncak kepalaku gemas. "Apa sih sok imut!" Celotehnya mengejek.

"Apa sih! Sirik aja, gue emang gemesin. Wlek!" Jawabku ikut mengejek sembari memeletkan lidah di akhir kalimat.

Sebelum Bian membalas ejekanku, aku sudah berlari menghindarinya, pada akhirnya aksi kejar-kejaran pun terjadi. Kami berlari mengitari lapangan basket, canda dan tawa melengkapi kebersamaan aku dan dirinya.

Aku bahagia Tuhan. Aku bersyukur atas kebahagiaan yang Engkau berikan padaku kini. Kuharap aku dan dirinya bisa bersama seperti ini selamanya.

.
.
.

Tbc

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

SOAL RINDU
Oleh: Cokelat Panas

.
-Cerita ini terinspirasi dari lagu Fiersa Besari yang berjudul Celengan Rindu-
.
Hai, aku Karamel dan ini kisahku..

“Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di Whatsapp
Aku kesal dengan waktu yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak agar ku bisa menikmati tawamu.”

Malam semakin larut, suasana di dalam bus sudah sepi sejak jam tujuh malam. Aku terbangun dan melihat sekeliling, udara dingin mulai masuk ke dalam kulitku, kutarik selimut sampai menutupi badan. Terdengar musik dangdut koplo tanpa lirik dengan volume lirih, entahlah sejak sore musik yang diputar itu-itu saja.

Apa kabar kamu wahai pujaanku? Masihkah kamu mengingatku detik ini juga atau kamu sudah tidur terlelap dipelukan wanita pilihanmu saat ini?

Aku tersenyum getir mendengar ocehan hatiku. Kenapa aku ini, selalu mengingat-ingat masa kelam yang menyedihkan tapi jika dipikir-pikir lagi itu masa pedih yang kadang aku tertawakan, lucunya.

[TEENFICTION] SECRET ADMIRER Part 4 || COKELAT PANAS

.
.
.

Seiring berjalannya waktu, semua berubah, tidak ada keributan lagi di kelas 12Bahasa2. Tidak ada keusilan yang sengaja diciptakan, tidak ada lagi si troublemaker couple yang selalu membuat warna di kelas. Semuanya hilang dalam sekejap, kelas menjadi tenang, kaku, kikuk, dan canggung di antara keduanya.

Bagaimana tidak, sosok Rey dan Rin si Tom and Jerry 12Bahasa2 tidak ada lagi, mereka mendadak menjadi murid normal yang kalem, tidak pernah berteriak, tidak pernah saling kejar-kejaran di dalam kelas, boro-boro tegur sapa bahkan menatap saja tidak.

Bukan, bukan ini yang diinginkan Rin, ia tidak ingin tatapan dingin Rey setiap hari, ia tidak sanggup jika setiap hari harus merasakan canggung ketika berpapasan dengan Rey. Rey berubah, Rey berbeda dan Rin tidak suka dengan sikap Rey yang seperti itu padanya.

Lagi-lagi pagi ini suasana canggung itu datang lagi. Rin dan Ranty baru saja keluar dari perpustakaan dan akan kembali ke kelas karena bel masuk akan berbunyi. Sayangnya Rin haru…

[CERPEN] LUKA || COKELAT PANAS

LUKA
Oleh: Cokelat Panas

Tentang hati, selalu ada cara ia mempermainkan pemiliknya. Tentang hati, banyak cara ia memberi luka dan luka, walau begitu aku selalu menghargai apa yang hati lakukan, apa yang hati rasakan walaupun harus kembali membuat luka dan menambalnya, begitu seterusnya.

Aku kembali termenung ketika netra ini menangkap sosok laki-laki tampan berjalan mendekatiku, ia tersenyum, senyum yang entah sudah berapa ribu kali kulihat, senyum yang selalu membuat bibir dan hatiku tersenyum amat lebar. "Alvin." Suaraku lirih, ia kembali tersenyum dan melebarkan langkahnya supaya segera sampai pada posisiku berdiri.

"Lama nggak?" Tanyanya sesampainya di depanku.

Aku tak segera menjawab, mataku memicing dengan senyum miring. "Kalo lama berarti traktir ice cream dong ya?!" Ucapku bersemangat.

"Enak aja! Kemaren udah Din, jangan suka malak orang deh!" Jawab Alvin sambil mengacak rambut sebahuku sampai berantakan.

Aku hanya meringis sambil berus…