Skip to main content

[TEENFICTION] OH, GUE AJA YANG BAPER Part 5 || COKELAT PANAS


.
.
.

Udah mendingan?

Jam menunjukkan pukul lima sore, kulihat notif pesan dari Bian sejak satu jam yang lalu. Dari pulang sekolah siang tadi aku benar-benar istirahat untuk memulihkan pusing di kepalaku.

Jari jemariku mengetik pesan balasan untuk Bian.

Udah. Makasih ya tadi udah dianterin pulang :)

Kupejamkan kedua mataku sembari menggeliat, sudah tidak sepusing tadi. Detik berikutnya dering pesan kembali masuk, aku tersenyum.

Cepet sembuh Ebiiii.. nggak ada lu di sekolah, gue jadi nggak ada semangat hohow

Lagi-lagi senyumku semakin lebar bahkan kini dengan suara. Aku selalu geli ketika dirinya memanggilku "Ebi" dengan "i" yang banyak, menggemaskan.


Dua hari sudah setelah kejadianku pingsan karena bola voli, dua hari pula aku sudah kembali ke sekolah karena memang pusing di kepala sudah mendingan.

Justru yang kupikirkan saat ini adalah keberadaan Bian yang tiba-tiba tidak muncul dihadapanku. Kemana ia?

Hatiku gelisah sejak kemarin malam. Entah sudah berapa ratus kali aku mengecek notif di ponselku. Ya, aku tengah menunggu kabar dari Bian, laki-laki yang sudah mengisi hariku satu bulan ini tapi sudah dua hari ia tidak menghubungiku, dua hari sudah aku dan Bian tidak pulang bersama bahkan aku jarang sekali melihatnya di lingkungan sekolah. Ada apa dengannya?

Padahal dua hari lalu ia baru saja memberiku perhatian lebih, dirinya yang amat khawatir padaku kini perlahan pudar dan membuatku berpikir yang tidak-tidak.


Pagi ini tanpa sengaja aku melihat Bian sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya juga ada satu perempuan yang duduk di sebelah Bian ikut mengobrol asyik di pinggir lapangan basket, ingin rasanya aku menghampiri Bian tapi siapalah aku, aku bukan apa-apa dimatanya dan bukan siapa-siapa dihatinya.

Kenapa ini? Kenapa hatiku terasa sesak? Sebelumnya aku tidak pernah sesakit ini bahkan aku tidak pernah peduli dengan cewek-cewek yang sering mendekati Bian. Tapi sekarang? Aku malah menangis karena cowok itu! Sial! Dengan segera kuhapus air mata yang mengalir di pipiku.


Kenapa Bian? Kenapa kamu buat hati ini terluka setelah sikap manismu padaku beberapa minggu terakhir ini? Kenapa kamu seakan memberikanku secuil harapan itu menjadi sepotong harapan besar? Apa kamu sengaja mempermainkanku?


“Feb, lo kenapa?” tanya Luna yang sedari tadi duduk di sampingku.


“Gue nggak papa Lun,” jawabku sembari menghapus air mata yang dengan lancangnya mengalir. “Mungkin gue aja yang baper,” lanjutku menatap wajah teman semejaku.


“Pasti dia punya alesan. Lo nggak usah sedih gini dong, justru lo harus terlihat bahagia. Jangan biarin dia liat lo terpuruk kayak gini, itu sama aja lo jatohin harga diri lo, Feb.”


Dengan cepat aku memeluk Luna erat. “Rasanya sakit Lun, bahkan orang yang harusnya jadi obat justru dia yang bikin luka,” lirihku hampir tak bersuara.

.
.
.

Tbc


Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

SOAL RINDU
Oleh: Cokelat Panas

.
-Cerita ini terinspirasi dari lagu Fiersa Besari yang berjudul Celengan Rindu-
.
Hai, aku Karamel dan ini kisahku..

“Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di Whatsapp
Aku kesal dengan waktu yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak agar ku bisa menikmati tawamu.”

Malam semakin larut, suasana di dalam bus sudah sepi sejak jam tujuh malam. Aku terbangun dan melihat sekeliling, udara dingin mulai masuk ke dalam kulitku, kutarik selimut sampai menutupi badan. Terdengar musik dangdut koplo tanpa lirik dengan volume lirih, entahlah sejak sore musik yang diputar itu-itu saja.

Apa kabar kamu wahai pujaanku? Masihkah kamu mengingatku detik ini juga atau kamu sudah tidur terlelap dipelukan wanita pilihanmu saat ini?

Aku tersenyum getir mendengar ocehan hatiku. Kenapa aku ini, selalu mengingat-ingat masa kelam yang menyedihkan tapi jika dipikir-pikir lagi itu masa pedih yang kadang aku tertawakan, lucunya.

[TEENFICTION] SECRET ADMIRER Part 4 || COKELAT PANAS

.
.
.

Seiring berjalannya waktu, semua berubah, tidak ada keributan lagi di kelas 12Bahasa2. Tidak ada keusilan yang sengaja diciptakan, tidak ada lagi si troublemaker couple yang selalu membuat warna di kelas. Semuanya hilang dalam sekejap, kelas menjadi tenang, kaku, kikuk, dan canggung di antara keduanya.

Bagaimana tidak, sosok Rey dan Rin si Tom and Jerry 12Bahasa2 tidak ada lagi, mereka mendadak menjadi murid normal yang kalem, tidak pernah berteriak, tidak pernah saling kejar-kejaran di dalam kelas, boro-boro tegur sapa bahkan menatap saja tidak.

Bukan, bukan ini yang diinginkan Rin, ia tidak ingin tatapan dingin Rey setiap hari, ia tidak sanggup jika setiap hari harus merasakan canggung ketika berpapasan dengan Rey. Rey berubah, Rey berbeda dan Rin tidak suka dengan sikap Rey yang seperti itu padanya.

Lagi-lagi pagi ini suasana canggung itu datang lagi. Rin dan Ranty baru saja keluar dari perpustakaan dan akan kembali ke kelas karena bel masuk akan berbunyi. Sayangnya Rin haru…

[CERPEN] LUKA || COKELAT PANAS

LUKA
Oleh: Cokelat Panas

Tentang hati, selalu ada cara ia mempermainkan pemiliknya. Tentang hati, banyak cara ia memberi luka dan luka, walau begitu aku selalu menghargai apa yang hati lakukan, apa yang hati rasakan walaupun harus kembali membuat luka dan menambalnya, begitu seterusnya.

Aku kembali termenung ketika netra ini menangkap sosok laki-laki tampan berjalan mendekatiku, ia tersenyum, senyum yang entah sudah berapa ribu kali kulihat, senyum yang selalu membuat bibir dan hatiku tersenyum amat lebar. "Alvin." Suaraku lirih, ia kembali tersenyum dan melebarkan langkahnya supaya segera sampai pada posisiku berdiri.

"Lama nggak?" Tanyanya sesampainya di depanku.

Aku tak segera menjawab, mataku memicing dengan senyum miring. "Kalo lama berarti traktir ice cream dong ya?!" Ucapku bersemangat.

"Enak aja! Kemaren udah Din, jangan suka malak orang deh!" Jawab Alvin sambil mengacak rambut sebahuku sampai berantakan.

Aku hanya meringis sambil berus…