Skip to main content

[TEENFICTION] SECRET ADMIRER Part 11 || COKELAT PANAS


.
.
.

Entah bagaimana caranya Rin berdiri tepat di depan rumah laki-laki yang baru saja mengirimkan pesan singkat darinya. Ia menelan salivanya susah payah. Kenapa gue bisa ada di depan rumahnya Rey?

Ditolehkan kepalanya ke kanan dan kiri, gelap, hari sudah petang. Ia benar-benar bisa ada di depan rumah Rey. Walaupun rumahnya dan Rey masih satu kompleks tapi ia masih tidak percaya berani keluar rumah di malam hari.

Dilangkahkan kakinya perlahan sampai di depan pintu rumah Rey, dipencet bel rumah sembari mengucapkan salam. "Assalamualaikum..."

Berselang beberada detik, pintu terbuka. "Waalaikumsalam," seorang bibi dengan baju daster bunga-bunga menyambut Rin di depan pintu. "Cari siapa Neng?" Tanyanya lembut.

Rin yakin pasti bibi itu adalah asisten di rumah Rey. Kaya juga ya tuh anak, segala ada bibi di rumahnya. "Egh, Rey ada Bi?" Tanyanya sopan.

"Neng temennya Mas Rey ya? Ayuk atuh mangga masuk..." si bibi menggeser tubuhnya, memberi jalan pada Rin agar masuk ke dalam rumah dengan logat Sunda miliknya. "Sakedap ya, Bibi panggil Mas Rey." Setelah mengucapkan demikian, si bibi langsung meninggalkan Rin sendirian di ruang tamu.

Rin hanya mengangguk, memandang sekeliling secara perlahan. Ia takut jika seseorang melihatnya tengah menatap sekeliling.

Rey di rumah sama siapa? Apa iya cuman sama Bibi? Kalo nggak salah dia udah nggak ada nyokap tapi gue nggak tau nyokapnya ke mana, pisah sama bokapnya atau...

"Ngapain?" Deg! Suara Rey sukses membuat tubuh Rin menegang di tempat. Ditolehkan kepalanya, melihat Rey tengah berjalan mendekatinya.

Rin menelan ludahnya perlahan, "lu yang minta bantuan gue, ya gue nggak salah dong ke sini?" Suaranya ia usahakan biasa saja, agar Rey tidak tahu jika dirinya tengah gugup.

Rey tak menjawab, ia langsung duduk di sofa tersebut. "Kursi dipakek buat duduk, ngapain lu masih berdiri kek gitu?" Penuturannya tentu saja membuat Rin mengambil tindakan untuk duduk di sebelah Rey, berjarak, ingat.

"Gue bar-bar gitu tau sopan santun, kalo belom disuruh ya nggak bakalan asal duduk," jawab Rin tanpa menatap Rey yang tengah duduk di sebelahnya.

"Sorry."

Buru-buru Rin menolehkan kepalanya menatap Rey, "soal?" Dimiringkan kepalanya, mencari jawaban dari mimik wajah laki-laki di hadapannya.

"Udah bikin lu malem-malem ke sini. Nggak seharusnya gue kirim pesan itu ke elu. Gue minta maaf tapi... makasih ya."

Entah apa, entah kesambet apa Rey bisa mengatakan hal semacam itu padanya. Pikirannya berkelana jauh, ia yakin Rey punya masalah serius yang tidak ia ketahui. Tapi apa?

.
.
.

Tbc

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

SOAL RINDU
Oleh: Cokelat Panas

.
-Cerita ini terinspirasi dari lagu Fiersa Besari yang berjudul Celengan Rindu-
.
Hai, aku Karamel dan ini kisahku..

“Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di Whatsapp
Aku kesal dengan waktu yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak agar ku bisa menikmati tawamu.”

Malam semakin larut, suasana di dalam bus sudah sepi sejak jam tujuh malam. Aku terbangun dan melihat sekeliling, udara dingin mulai masuk ke dalam kulitku, kutarik selimut sampai menutupi badan. Terdengar musik dangdut koplo tanpa lirik dengan volume lirih, entahlah sejak sore musik yang diputar itu-itu saja.

Apa kabar kamu wahai pujaanku? Masihkah kamu mengingatku detik ini juga atau kamu sudah tidur terlelap dipelukan wanita pilihanmu saat ini?

Aku tersenyum getir mendengar ocehan hatiku. Kenapa aku ini, selalu mengingat-ingat masa kelam yang menyedihkan tapi jika dipikir-pikir lagi itu masa pedih yang kadang aku tertawakan, lucunya.

[TEENFICTION] SECRET ADMIRER Part 4 || COKELAT PANAS

.
.
.

Seiring berjalannya waktu, semua berubah, tidak ada keributan lagi di kelas 12Bahasa2. Tidak ada keusilan yang sengaja diciptakan, tidak ada lagi si troublemaker couple yang selalu membuat warna di kelas. Semuanya hilang dalam sekejap, kelas menjadi tenang, kaku, kikuk, dan canggung di antara keduanya.

Bagaimana tidak, sosok Rey dan Rin si Tom and Jerry 12Bahasa2 tidak ada lagi, mereka mendadak menjadi murid normal yang kalem, tidak pernah berteriak, tidak pernah saling kejar-kejaran di dalam kelas, boro-boro tegur sapa bahkan menatap saja tidak.

Bukan, bukan ini yang diinginkan Rin, ia tidak ingin tatapan dingin Rey setiap hari, ia tidak sanggup jika setiap hari harus merasakan canggung ketika berpapasan dengan Rey. Rey berubah, Rey berbeda dan Rin tidak suka dengan sikap Rey yang seperti itu padanya.

Lagi-lagi pagi ini suasana canggung itu datang lagi. Rin dan Ranty baru saja keluar dari perpustakaan dan akan kembali ke kelas karena bel masuk akan berbunyi. Sayangnya Rin haru…

[CERPEN] LUKA || COKELAT PANAS

LUKA
Oleh: Cokelat Panas

Tentang hati, selalu ada cara ia mempermainkan pemiliknya. Tentang hati, banyak cara ia memberi luka dan luka, walau begitu aku selalu menghargai apa yang hati lakukan, apa yang hati rasakan walaupun harus kembali membuat luka dan menambalnya, begitu seterusnya.

Aku kembali termenung ketika netra ini menangkap sosok laki-laki tampan berjalan mendekatiku, ia tersenyum, senyum yang entah sudah berapa ribu kali kulihat, senyum yang selalu membuat bibir dan hatiku tersenyum amat lebar. "Alvin." Suaraku lirih, ia kembali tersenyum dan melebarkan langkahnya supaya segera sampai pada posisiku berdiri.

"Lama nggak?" Tanyanya sesampainya di depanku.

Aku tak segera menjawab, mataku memicing dengan senyum miring. "Kalo lama berarti traktir ice cream dong ya?!" Ucapku bersemangat.

"Enak aja! Kemaren udah Din, jangan suka malak orang deh!" Jawab Alvin sambil mengacak rambut sebahuku sampai berantakan.

Aku hanya meringis sambil berus…