[TEENFICTION] SECRET ADMIRER Part 12 || COKELAT PANAS


SECRET ADMIRER Part 13
.
.
.

Halte bus Jalan Edelwies adalah tempat Rin saat pagi hari. Setiap hari ia memang selalu berangkat dan pulang menggunakan kendaraan umum, menunggu bus yang sesuai dengan jalur perjalanannya.

Ketika dirinya masih berada di halte tersebut, seseorang dengan motor vespa berhenti tepat di mana dirinya berdiri. Dilihatnya orang tersebut dari ujung kaki sampai ujung kepala. Siapa?

Orang tersebut membuka masker hitamnya, "ayo naik!" Deg! Rey? Ya, orang yang berhenti di hadapannya kini dan menawarkan tumpangan adalah Rey.

Rin buru-buru menggelengkan kepalanya, tanpa sadar langkahnya mundur ke belakang.

"Udah ayok! Ada yang mau gua omongin." Rey kembali menawarkan, suaranya sedikit berteriak agar suaranya tidak kalah dengan suara keramaian di jalan.

Rin akhirnya pasrah, lima belas menit lagi bel masuk pasti berbunyi. Ia pun naik ke jok belakang motor Rey dan motor vespa tersebut melesat menerobos kemacetan Ibu Kota.

Sepanjang perjalanan keduanya tidak ada yang memulai pembicaraan, sesekali Rin melirik kaca spion untuk mengintip wajah Rey dari kaca tapi justru malah dirinya yang kepergok tengah melirik Rey.

"Eh, kita mau ke mana? Kalo ke sekolah kan belok kanan, kok ini malah ke kiri? Puter balik dong?!" Teriak Rin ketika ia sadar jika kendaraan yang mereka tumpangi tidak melaju ke tujuan sebenarnya.

"Udah, tenang aja. Gua nggak bakal nyulik lu juga kok. Apanya coba yang bisa dijual? Bobrok semua gini--"

Pletak! Satu jitakan keras mengenai helm tanpa kaca milik Rey, si empunya bukannya marah justru malah tertawa cekikikan.

Rin ikut tersenyum, senyum tipis yang sengaja ia tutupi agar tidak ketahuan Rey bahkan untuk mengaku pada dirinya saja ia tidak mampu.

.
.
.

Tbc
 

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

[CERPEN] KALA ITU Part 9 || COKELAT PANAS

[CERPEN] KALA ITU (5) || COKELAT PANAS