Skip to main content

[TEENFICTION] TEPUK ANGIN Part 1 || COKELAT PANAS

TEPUK ANGIN
Oleh: Cokelat Panas

.
Cerita ini pernah diikutsertakan lomba cerpen.
.

Jika kalian bertanya apa itu cinta maka saat itu juga kalian sedang jatuh cinta. Tapi di sini bukan cinta yang mau gua bahas tapi mungkin kisah cinta yang klise.

Kisah ini berawal dari sebuah hubungan pertemanan tapi jangan kalian pikir bahwa ini cerita kuno, sahabat jadi cinta. Sekarang gini deh, kalian pasti pernah menjalin hubungan sama seseorang kan? Seseorang yang sudah buat kalian jatuh hati. Nah, sebelum kalian menjalani hubungan yang biasa anak jaman sekarang sebut pacaran pasti kalian melewati fase yang namanya temenan, mulai dari kenal, akrab, dan jadi teman dekat. Jadi jangan kalian pikir kalau hubungan yang tengah terjalin indah itu tidak berawal dari pertemanan.

Ini adalah kisah anak SMA, anak remaja yang tingkat emosionalnya masih tinggi, apalagi cewek.

“Jik, lo kalo maen jangan curang napa!” lagi dan lagi seorang perempuan yang duduk di sampingnya menjitak kepala laki-laki yang dipanggil ‘Jik’ itu.

“Lo bisa nggak sih Nad kalo nggak mukul-mukul gua?!”

“Gua gemes sih sama lo!!!” teriak toa perempuan di sampingnya.

“Udah ah, lo balik sana! Gue mau tidur aja. Capek gua maen PS ama lo dianiaya terus,” ucap laki-laki itu yang sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur.

“Ajik! Jangan molor dulu dong! Gua kan belom menang. Ajik!!!” perempuan yang duduk di sampingnya pun berteriak amat keras tepat di telinga kanan laki-laki yang dipanggilnya Ajik.

“Elo sekali lagi kayak gitu, gua apa-apain entar! Mau lo?!” ancam laki-laki yang bernama Ajik menatap perempuan cantik dengan rambut tergerai sepunggung itu dengan tajam.

“Ganas! Ngeri ah! Balik gue. Bye Fauzi.” Setelah berucap demikian perempuan itu pun berlalu keluar kamar laki-laki mesum yang bersamanya seharian ini.

.
.
.

Tbc

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

SOAL RINDU
Oleh: Cokelat Panas

.
-Cerita ini terinspirasi dari lagu Fiersa Besari yang berjudul Celengan Rindu-
.
Hai, aku Karamel dan ini kisahku..

“Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di Whatsapp
Aku kesal dengan waktu yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak agar ku bisa menikmati tawamu.”

Malam semakin larut, suasana di dalam bus sudah sepi sejak jam tujuh malam. Aku terbangun dan melihat sekeliling, udara dingin mulai masuk ke dalam kulitku, kutarik selimut sampai menutupi badan. Terdengar musik dangdut koplo tanpa lirik dengan volume lirih, entahlah sejak sore musik yang diputar itu-itu saja.

Apa kabar kamu wahai pujaanku? Masihkah kamu mengingatku detik ini juga atau kamu sudah tidur terlelap dipelukan wanita pilihanmu saat ini?

Aku tersenyum getir mendengar ocehan hatiku. Kenapa aku ini, selalu mengingat-ingat masa kelam yang menyedihkan tapi jika dipikir-pikir lagi itu masa pedih yang kadang aku tertawakan, lucunya.

[TEENFICTION] SECRET ADMIRER Part 4 || COKELAT PANAS

.
.
.

Seiring berjalannya waktu, semua berubah, tidak ada keributan lagi di kelas 12Bahasa2. Tidak ada keusilan yang sengaja diciptakan, tidak ada lagi si troublemaker couple yang selalu membuat warna di kelas. Semuanya hilang dalam sekejap, kelas menjadi tenang, kaku, kikuk, dan canggung di antara keduanya.

Bagaimana tidak, sosok Rey dan Rin si Tom and Jerry 12Bahasa2 tidak ada lagi, mereka mendadak menjadi murid normal yang kalem, tidak pernah berteriak, tidak pernah saling kejar-kejaran di dalam kelas, boro-boro tegur sapa bahkan menatap saja tidak.

Bukan, bukan ini yang diinginkan Rin, ia tidak ingin tatapan dingin Rey setiap hari, ia tidak sanggup jika setiap hari harus merasakan canggung ketika berpapasan dengan Rey. Rey berubah, Rey berbeda dan Rin tidak suka dengan sikap Rey yang seperti itu padanya.

Lagi-lagi pagi ini suasana canggung itu datang lagi. Rin dan Ranty baru saja keluar dari perpustakaan dan akan kembali ke kelas karena bel masuk akan berbunyi. Sayangnya Rin haru…

[CERPEN] LUKA || COKELAT PANAS

LUKA
Oleh: Cokelat Panas

Tentang hati, selalu ada cara ia mempermainkan pemiliknya. Tentang hati, banyak cara ia memberi luka dan luka, walau begitu aku selalu menghargai apa yang hati lakukan, apa yang hati rasakan walaupun harus kembali membuat luka dan menambalnya, begitu seterusnya.

Aku kembali termenung ketika netra ini menangkap sosok laki-laki tampan berjalan mendekatiku, ia tersenyum, senyum yang entah sudah berapa ribu kali kulihat, senyum yang selalu membuat bibir dan hatiku tersenyum amat lebar. "Alvin." Suaraku lirih, ia kembali tersenyum dan melebarkan langkahnya supaya segera sampai pada posisiku berdiri.

"Lama nggak?" Tanyanya sesampainya di depanku.

Aku tak segera menjawab, mataku memicing dengan senyum miring. "Kalo lama berarti traktir ice cream dong ya?!" Ucapku bersemangat.

"Enak aja! Kemaren udah Din, jangan suka malak orang deh!" Jawab Alvin sambil mengacak rambut sebahuku sampai berantakan.

Aku hanya meringis sambil berus…