Skip to main content

[TEENFICTION] OH, GUE AJA YANG BAPER Part 7 || COKELAT PANAS


.
.
.
“Febby!” aku tersentak ketika Bian berdiri di depanku.

Bian? Benarkah itu dia?

“Hey, kok ngelamun? Nunggu bis ya?” Bian duduk di sampingku, seperti pertama kali ia menemuiku di tempat ini, tempat yang sama.

Kenapa ini terasa aneh, ganjil. Ini seperti dè javu, aku seperti pernah mengalami hal semacam ini sebelumnya. Bukankah Bian memang pernah menyapaku persis seperti yang baru saja dirinya lakukan?

“Febby, lo tidur ya?” aku kembali tersentak ketika Bian mencubit hidungku.

“Ih! Apaan sih lo!” kutepis tangannya. Kupalingkan wajahku acuh, pasti pipiku sudah merah dan kenapa aku tersenyum?

“Cia, kalo ngambek lucu banget sih lo.” Lagi-lagi Bian menggodaku seperti saat bersama.

Entah kenapa hati ini kembali luluh. Setelah melihat wajah tulus dan caranya memperlakukanku seperti sedia kala hingga membuatku lupa bahwa dia pernah meninggalkan luka di hatiku.

"Kadang kita harus melakukan suatu hal yang menyakitkan pada seseorang padahal hati kita menolaknya karena kita nggak sungguh-sungguh buat nyakitin hati dia." Suaranya datar, sama seperti pandangannya yang menatap lurus ke depan.

Kuliriknya ia diam-diam. Kenapa? Ada apa dengannya?

Bian menolehkan kepalanya menatapku, dan itu tentu saja membuatku jadi salah tingkah. Ia tersenyum. "Kalo ada orang yang kayak gitu ke elu, apa lu bakal maafin dia?" 

Kutolehkan kembali menghindari pandangan matanya. Aku sama sekali tidak menjawab, aku ingin ia menjelaskan apapun itu tanpa mendapatkan pertanyaan dariku langsung. Aku ingin tahu apa yang akan dirinya katakan lagi.

"Udah mendingan?" Pertanyaannya sontak membuatku kembali menoleh menatapnya.

Aku hanya mengangguk sebagai jawaban. Benar-benar tidak ingin mengucapkan sepatah kata pun kali ini, entah kenapa.

"Gue tau lu pasti ngerasa aneh sama situasi ini. Kita... kayak orang asing ya By, maaf." Kini suaranya lirih, apalagi di akhir kalimat, nadanya lebih rendah. "Gue rasa lu bisa ngeliat gue sebagai orang asing beberapa hari nanti."

Aku tidak tahu apa yang sedang ia katakan sebenarnya. Apa yang sedang ia jelaskan saat ini?

Baru saja aku hendak membuka mulut untuk menanyakan satu hal, tiba-tiba ia bangun dari duduknya dan berteriak, "udah ada bis By, yok naik!" Ia menggandeng tangan kananku dan menarikku untuk mengikuti langkahnya menaiki bus dengan jalur ke rumah.

Wajahku mungkin saat ini sudah seperti sapi cengo, bengong karena bingung. Kulirik tanganku yang masih digenggamnya erat ketika kami sudah berada di dalam angkutan umum. Seperti biasa bus yang kami tumpangi selalu penuh sehingga membuat aku dan dirinya harus berdiri di dalam kerumunan tersebut.

.
.
.

Tbc

Comments

Popular posts from this blog

[CERBUNG] SOAL RINDU Part 1 || COKELAT PANAS

SOAL RINDU
Oleh: Cokelat Panas

.
-Cerita ini terinspirasi dari lagu Fiersa Besari yang berjudul Celengan Rindu-
.
Hai, aku Karamel dan ini kisahku..

“Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di Whatsapp
Aku kesal dengan waktu yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak agar ku bisa menikmati tawamu.”

Malam semakin larut, suasana di dalam bus sudah sepi sejak jam tujuh malam. Aku terbangun dan melihat sekeliling, udara dingin mulai masuk ke dalam kulitku, kutarik selimut sampai menutupi badan. Terdengar musik dangdut koplo tanpa lirik dengan volume lirih, entahlah sejak sore musik yang diputar itu-itu saja.

Apa kabar kamu wahai pujaanku? Masihkah kamu mengingatku detik ini juga atau kamu sudah tidur terlelap dipelukan wanita pilihanmu saat ini?

Aku tersenyum getir mendengar ocehan hatiku. Kenapa aku ini, selalu mengingat-ingat masa kelam yang menyedihkan tapi jika dipikir-pikir lagi itu masa pedih yang kadang aku tertawakan, lucunya.

[TEENFICTION] SECRET ADMIRER Part 4 || COKELAT PANAS

.
.
.

Seiring berjalannya waktu, semua berubah, tidak ada keributan lagi di kelas 12Bahasa2. Tidak ada keusilan yang sengaja diciptakan, tidak ada lagi si troublemaker couple yang selalu membuat warna di kelas. Semuanya hilang dalam sekejap, kelas menjadi tenang, kaku, kikuk, dan canggung di antara keduanya.

Bagaimana tidak, sosok Rey dan Rin si Tom and Jerry 12Bahasa2 tidak ada lagi, mereka mendadak menjadi murid normal yang kalem, tidak pernah berteriak, tidak pernah saling kejar-kejaran di dalam kelas, boro-boro tegur sapa bahkan menatap saja tidak.

Bukan, bukan ini yang diinginkan Rin, ia tidak ingin tatapan dingin Rey setiap hari, ia tidak sanggup jika setiap hari harus merasakan canggung ketika berpapasan dengan Rey. Rey berubah, Rey berbeda dan Rin tidak suka dengan sikap Rey yang seperti itu padanya.

Lagi-lagi pagi ini suasana canggung itu datang lagi. Rin dan Ranty baru saja keluar dari perpustakaan dan akan kembali ke kelas karena bel masuk akan berbunyi. Sayangnya Rin haru…

[CERPEN] LUKA || COKELAT PANAS

LUKA
Oleh: Cokelat Panas

Tentang hati, selalu ada cara ia mempermainkan pemiliknya. Tentang hati, banyak cara ia memberi luka dan luka, walau begitu aku selalu menghargai apa yang hati lakukan, apa yang hati rasakan walaupun harus kembali membuat luka dan menambalnya, begitu seterusnya.

Aku kembali termenung ketika netra ini menangkap sosok laki-laki tampan berjalan mendekatiku, ia tersenyum, senyum yang entah sudah berapa ribu kali kulihat, senyum yang selalu membuat bibir dan hatiku tersenyum amat lebar. "Alvin." Suaraku lirih, ia kembali tersenyum dan melebarkan langkahnya supaya segera sampai pada posisiku berdiri.

"Lama nggak?" Tanyanya sesampainya di depanku.

Aku tak segera menjawab, mataku memicing dengan senyum miring. "Kalo lama berarti traktir ice cream dong ya?!" Ucapku bersemangat.

"Enak aja! Kemaren udah Din, jangan suka malak orang deh!" Jawab Alvin sambil mengacak rambut sebahuku sampai berantakan.

Aku hanya meringis sambil berus…