Skip to main content

Posts

[TEENFICTION] OH, GUE AJA YANG BAPER Part 4 || COKELAT PANAS

. . .
Siang ini kelasku ada kelas olahraga. Seperti biasa kami diminta untuk berkumpul di lapangan outdoor untuk melakukan kegiatan olahraga.
Setelah pemanasan dengan kehebohan kelasku, kegiatan kami dilanjutkan dengan olahraga bola voli. Beberapa kali tembakan lawan ke lawan menuju ruang reguku, aku menghindar, berusaha melindungi diri agar tidak mengenai bola voli yang keras. Jujur, aku tidak suka permainan ini karena aku tidak pernah bisa menembak bola dengan tepat.
"Febby! Tembak!" Bola yang Ifi tembak mengarah pada posisiku berdiri. Penglihatanku kabur karena tidak fokus, antara ingin menghindar juga menembak bola tapi justru bola tersebut yang lebih dulu mencium kepalaku keras.
Duak! Tubuhku terhuyung. Rasa pusing menguar di sekitar kepala, pandangan kaburku menangkap beberapa orang datang menghampiriku yang mungkin sudah tergeletak di lapangan, dalam sekejap semuanya gelap.

"Nggak papa, gue temenin Febby dulu aja. Kelas gue baru jam kosong, nanti kalo Febby udah bangun…

[TEENFICTION] OH, GUE AJA YANG BAPER Part 3 || COKELAT PANAS

. . .
Teriakan semangat, yel-yel, dan sorak-sorak di lapangan basket terdengar sejak satu jam yang lalu. Jam pelajaran sudah selesai sejak tadi, seperti biasa anak basket selalu mengadakan pertandingan basket setiap sabtu sore.
Aku melirik ke kanan dan kiri, tidak sedikit beberapa siswi meneriaki nama Bian ketika laki-laki itu terus mencetak poin tapi yang lebih menggemaskan adalah bagaimana bisa kapten basket yang tengah tanding di depanku adalah orang yang spesial di hatiku?
Bian, laki-laki itu berhasil memasukkan bola ke dalam ring, riuh di area lapangan menggelegar dan di detik bersamaan Bian melambaikan tangannya ke arahku. Aku kembali tersenyum.
Apa-apaan ini Febby! Kenapa diriku seberuntung ini bisa mengenalnya? Kenapa hatiku semakin berdebar?
"Cie, kapan diresmiin?" Luna, teman sekelas sekaligus teman sebangkuku menyenggol sambil menggoda.
Aku kembali tersenyum, senyum yang malu-malu untuk mengakuinya. Kapan ya kira-kira? Kapan ya Bian? Sepertinya begini sudah lebih dari cuk…

[TEENFICTION] OH, GUE AJA YANG BAPER Part 2 || COKELAT PANAS

. . .
Malam ini aku sama sekali tak berniat membuka buku. Bagaimana aku bisa fokus dengan pelajaran jika dari pulang sekolah tadi aku terus memikirkan Bian.
Septian Biantara? Kenapa cowok sekeren ia naik angkutan umum? Padahal sebelumnya aku tidak pernah melihat ia menunggu angkutan umum.
Kuambil ponselku yang tergeletak di atas meja belajar. Ada pesan dari... BIAN? “Ha? Bian? Ini serius Bian yang tadi?”
Dengan tangan bergetar aku membalas pesan singkat itu. Entah kenapa hati ini berdebar amat kencang, seulas senyum di bibirku pun tak kunjung pudar. Bian terus membalas pesanku dengan cepat dan aku pun terbuai dengan isi pesan yang kadang ia kirimkan padaku.
Setelah chatting-an malam itu, aku dan Bian semakin dekat. Hampir setiap hari kami pulang bersama, menunggu angkutan umum sambil mengobrol banyak hal. Setiap malam pun kami selalu chatting ria tiada henti. Hingga pada suatu hari Bian mengajakku jalan berdua. Apakah ini bisa disebut kencan? “Beli ice cream yuk!” ajakku saat kami baru saja m…

[TEENFICTION] OH, GUE AJA YANG BAPER Part 1 || COKELAT PANAS

OH, GUE AJA YANG BAPEROleh: Cokelat Panas
“Nunggu bis ya?” terdengar suara bariton masuk ke dalam gendang telingaku, perlahan kutengokkan kepala.
Deg! Aku membeku ketika mendapati sosok bagai malaikat berdiri di sampingku. Ia? Ia bukannya Septian Biantara? Murid kelas 3F11.
Bian, cowok ganteng nan kece. Sering dikerubungi cewek-cewek mulai dari kelas satu sampai kelas tiga karena jagonya main basket. Tunggu! Bahkan ia kapten basket? Oh Tuhan, apa benar yang berdiri di depanku sekaligus menyapaku ini Bian?
“Kok lo malah bengong?” mendengar suaranya aku segera tersadar dari lamunanku.
“Ah, sorry. Lo Bian kan?” bodoh! Kenapa malah pertanyaan tak berbobot macam itu yang keluar dari mulutku.
Bian tersenyum manis. Oh.. ayolah jantung jangan sampai kau berhenti sekarang! Aku menutup mataku sebentar dan memalingkan wajah.
“Lo Febby kan?”
Deg! Dengan segera kutengokkan kepalaku ke arahnya. Apa? Seorang Bian mengenalku?
“Kok lo tau?”
“Emang kenapa? Elo juga tau nama gue,” jawab Bian dengan gaya cool-nya.

[CERPEN] KALA ITU (7) || COKELAT PANAS

KALA ITUOleh: Cokelat Panas
03 Juni 2016
"Apa yang kamu pengen sebelum kenaikan kelas 12?" Yayan, laki-laki itu menatapku dalam, pandangannya selalu menghangatkan.
Kala itu, tepat seminggu sebelum Ujian Kenaikan Kelas tiba aku dan dirinya sengaja menghabiskan waktu untuk quality time berdua. Padahal kalau dipikir-pikir kami selalu bersama hampir setiap hari tapi tetep saja jalan, makan, dan mengobrol berdua adalah hal yang menyenangkan yang pernah aku rasakan.
Aku mengendikkan bahu. "Apa ya?" Gumamku lirih sambil menyeruput setengah gelas es jeruk miliku. "Mau nemenin kuliner?" Tanyaku pada akhirnya.
"Kuliner? Ke mana?" Yayan balik bertanya antusias.
"Nggak tau," jawabku polos.
Yayan tersenyum, lagi-lagi senyum yang menyejukkan. "Gimana kalo--" aku memperhatikan dirinya yang berbicara sambil berpikir, "pergi ke pasar malem?" Usulnya bersemangat, manik matanya memancarkan aura bercahaya.
"Di mana? Maukkk..." jawabk…

[TEENFICTION] TEPUK ANGIN Part 4 (END) || COKELAT PANAS

. . .
“Nih Nad.”
Nada yang tengah duduk di depan layar televisi mendongak. “Apaan?”
“Surat cinta kalik.” Fauzi menyebar begitu saja kertas-kertas lipat dengan berbagai warna ke pangkuan perempuan itu.
“Fans-fans lo sekarang lebih agresif ya, fanatic. Ngeri gua,” ucap Nada sembari membuka lembar kertas tersebut.
“Gua risih banget kalo udah ada yang kayak gini, pasti kan yang lainnya pada ikut-ikutan. Mereka nggak liat kalik ya kalo gua udah punya elo,” ucap Fauzi sembari duduk di samping Nada, salah satu kakinya diletakkan di paha menyilang, ala laki-laki tulen.
“Ye.. emang kita apaan!” Nada mulai membaca kata demi kata pada kertas tersebut. “Jik! Lo ditembak!” teriaknya luar biasa menggelegar.
“Mati dong ya kalo gua ditembak?” Fauzi malah menyenderkan kepalanya di bahu perempuan itu.
“Ish, beneran! Nih, Kak Fauzi.. aku Wili anak 1C07, aku suka sama Kakak. Kakak itu ganteng juga baik, aku mau kita kenal lebih dekat, boleh kan Kak? Nah kan elo ditembak!” Nada membacakan sekiranya begitu isi surat…

[TEENFICTION] TEPUK ANGIN Part 3 || COKELAT PANAS

. . .
Sejarah adalah kejadian masa lampau, sesuatu yang harus kita kenal, paham, dan pelajari untuk para generasi penerus. Namun sepertinya pengertian itu sudah berubah seiring berkembangnya bahasa gaul di Indonesia.
“Sejarah kan masa lampau berarti kan masa lalu, ngapain diinget-inget.”
“Masa lalu yang pahit kan harusnya kita move on, melanjutkan perjalanan ke masa depan.”
“Ngapain kalo mau maju tapi masih liat ke belakang, kapan majunya?”
Begitulah sekiranya celoteh anak-anak sekolah jaman sekarang. Namun berbeda dengan gadis yang sedari tadi memperhatikan sang guru yang sedang menjelaskan di depan papan tulis putih itu.
Siapa lagi kalau bukan Nada, perempuan itu sangat tertarik dengan apa yang terjadi bertahun-tahun yang lalu. Ia juga penasaran dengan manusia jaman dulu, juga pada saat para pahlawan Indonesia dengan beraninya membela Negara Indonesia, berusaha mempertahankan kedudukannya demi cinta mereka pada Negara berlambang burung garuda itu.
Sekilas Nada melirik teman sebangkunya, Fauz…